Pelajar : Motor Banyak Yang Ditilang, Ini Gara-Gara Dul!

11 Sep 2013

Dari beberapa hari yang lalu, kasus Dul, anak musisi Ahmad Dhani mengalami tragedi yang membuat beritanya tersiar pagi, siang,sore, malam, hingga pagi lagi, hingga siang lagi, dan seterusnya. Kasus kecelakaan yang menewaskan 6 orang tersebut dikarenakan Dul, anak usia 13 tahun sudah mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Setelah kejadian tersebut menjadi berita baru dimana-mana, para pelajar yang menggunakan motor saat ke Sekolah terkena imbasnya juga.

Ya, tak lama setelah berita itu menjadi buah bibir dimana-mana. Para Polisi lalu lintas menjadi berkali-kali lipat tegasnya. Setiap melihat para pelajar yang menggunakan motor saat pulang sekolah maupun berangkat sekolah, ditilang deh pelajar tersebut.

Banyak pelajar nggak terima dengan perlakukan polisi tersebut. Menurut mereka : “Kita nggak ngebut-ngebutan dan ngelanggar aturan kok! Lagian, kita juga make motor buat ke sekolah. Bukan buat nganterin pacar. Kalo nggak pake motor, kita bisa telat dan dimarahin guru. Emang para Polantas mau ngegantiin posisi saya kalo dimarahin guru atau bahkan ketinggalan mata pelajaran?” - Begitulah tanggapan-tanggapan para pelajar yang terkena tilang sependengar saya.

Menurut saya, nggak semua pelajar yang menggunakan motor seperti yang disebutkan diatas tadi. Banyak anak sekolah yang saling adu keren dengan balap-balapan motor bahkan mobil. Banyak anak sekolah yang nggak pakai helm saat mengendarai motor. Banyak anak sekolah yang mengganggu ketenangan masyarakat karena suara motor mereka yang katanya dimodifikasi hingga berisik ngalahin bajaj.

Soal menggunakan motor untuk pergi kesekolah, memang memudahkan para pelajar agar terhindar dari telat dan tertinggal pelajaran karena terkena macet jalanan. Inilah kenapa banyak pelajar, bahkan orang tua pun mengijinkan anaknya pergi kesekolah menggunakan motor karena takut terlambat gara-gara macet. Tanggapan saya, inilah kenapa manusia harus disiplin. Apa lagi di Indonesia, kalau takut telat atau tertinggal pelajaran karena macet atau karena lamanya angkutan umum berjalan, ya berangkat lebih pagi.

Kalau alasannya sengaja bahkan males-malesan bangun siang, atau bangun kepagian itu nyiksa badan, komentar kerasnya sih gini = ” hey, kapan mau majunya kalau kaya begini?”. Banyak pelajar-pelajar dipelosok desa aja harus nyebrang sungai atau jembatan reyot buat belajar aja berusaha untuk bangun pagi-pagi banget. Ampun deh. Masa muda jangan dihabiskan dengan malas-malasan. Banyak orang-orang sepuh yang berpesan, “Tidur 8 jam 1 hari saja itu merugikan anak muda banyak. Masih muda kok waktunya banyak buat tidur.”

“Pelajar banyak yang motornya kena tilang ya sekarang”

“Iya bener. Motor banyak yang ditilang gara-gara si Dul”

Itulah percakapan singkat saya dengan teman untuk mengomentari kasus ini. Beberapa waktu setelah percakapan itu terjadi, banyak orang-orang update status facebook dan ngetwitt “Motor gue ditilang. Bah! Ini gara-gara si Dul!” << Intinya : Gara-gara si Dul.

Dalam kasus ini, kita belajar banyak tentang kedisiplinan dan rasa cinta keselamat diri sendiri dan orang lain. Bahkan, para orang tua juga belajar, bahwa dengan memberikan fasilitas mewah seperti motor dan mobil sebelum waktunya, berarti memberikan juga jalan pintas untuk celaka anaknya. Semoga, kita semua dilindungi dari musibah apapun itu. Amiinnn.

Sekian, salam pena dan semoga bermanfaat :)

Karawng, 11 Septermber 2013

Fathia Asyafiqah


TAGS 30HariNonStopNgeblog


-

Author

Follow Me