Sekolah Jurusan Pertanian Tidak Diminati Siswa?

9 Sep 2013

Hari ini, saya mengunjungi salah satu kantor koran di Karawang. Karena ada keperluan sekolah untuk nantinya, saya akan magang disini. Menyenangkan sekali bisa menjadi wartawan beneran. Ngeliput, ngepoin orang dan sebagainya :D

Saat menunggu wartawan yang nantinya akan membimbing saya dan teman yang lain, saya membaca koran. Tiba-tiba saja indra penglihatan saya tertarik dengan salah satu berita yang tertera disana. Judul yang menarik dan bikin miris “Sekolah jurusan pertanian tak diminati siswa” (ini dijurusan di SMK) << Jika diteliti lagi, memang nyatanya benar ya. Mungkin jika pertanian di kampus besar seperti IPB pasti banyak. Tetapi, jika ditingkat SMK seperti ini ternyata sedikit ya peminantnya.

Padahal, menurut ramalan dan gosip dan beritanya dimana-mana. Orang-orang yang memiki “lahan” pertanian kedepannya akan menjadi orang-orang yang sukses dan kaya. Mengapa? karena kedepannya Industri sepertinya akan menjadi yang pertama di Dunia ya? hmm, serem juga kalo begini jadinya. Jika kedepannya Industri semakin melesat tetapi pertanian yang menjadi bahan pokok kebutuhan manusia kurang, wah bisa mati kelaparan atau kesehatan bakal sering memburuk nih jika memakan makanan “Junk Food” setiap harinya nanti.

Menurut kabar yang Fathia baca tadi, di Purwakarta sendiri hanya memiliki 2 SMK yang memiliki jurusan agrobisnis, dan itupun tidak diminati para pelajar. Ngomong-ngomong, kenapa sih nggak minat? gengsi karena teman-teman yang lain lebih suka jurusan-jurusan keren yang katanya bakal jadi orang kaya nanti? atau, nggak mau jadi anak alam karena kotor-kotoran? Jujur ya, sebagai anak alam *ciyee . Kotor-kotoran lebih seru tau :D

Diberita yang tertera disana juga, dunia pertanian juga susah berkembang. Katanya, anak petani sekarang saja malu turun ke ladang. Sekali lagi pertanyaan saya, Apa yang terjadi sih? sehingga malu dan gengsi membuat semuanya menjadi terhambat dan melumpuhkan rasa peduli terhadap hal-hal kecil seperti pertanian? jika sekarang mendapat hasil seperti ejekan atau apapun itu yang membuat hati kecil semakin ciut, percayalah kalau hasil sangat memuaskan akan hadir suatu saat nanti dan membuat mereka yang mengejek-ngejek ciut. Ternyata, yang semasa mudanya diejek karena jadi anak tani, malah jadi milioner :)

Apa mungkin karena nggak mau panas-panasan atau kulit menjadi hitam sehingga nggak berminat sama sekali? atau mungkin nggak bakat atau nggak minat nih? hmm, saya jadi ingin mencoba jurusan pertanian jadinya, tapi cita-cita saya jadi Dokter dan Wartawan. Gimana dong? Ah, mungkin bisa jadi pemilik lahan tani luas untuk Indonesia nanti? amiinn *numpang curhat* :D
Pokoknya, gengsi karena kotor atau gaya kampungan jangan ditanggepin deh. Rugi cyinn.
Atau mungkin juga karena pemerintah sendiri tidak konsen ngurusin pertanian. Pendapatan dan jaminan hidup bagi petani kecil berbeda jauh dengan USA dan Japan? wah, jika seperti ini peran pemerintah juga harus dipertanyakan besar. Masa depan bangsa juga bergantung pada kebutuhkan pokok ya kan? kalau bahan pokok untuk masyarakat nggak ada bejimane jadinya? Ayo pemerintah, tarik minat pelajar untuk kepertanian demi masa depan bangsa juga :)
Sekian, semoga bermanfaat dan salam pena! :)
Karawang, 9 september 2013 - Fathia Asyafiqah


TAGS


-

Author

Follow Me