Lebih Baik Diam Dari Pada Marah..

7 Sep 2013

Suatu hal simple yang terkadang susah sekali dilakukan. Saat marah, kita hanya diam. Suatu hal yang mungkin agak menyebalkan. Saat marah, kita maunya mengungkapkan semuanya. Bahkan, inginnya teriak dan menangis jika sedang marah. Manusiawi. Tetapi, ada seorang guru yang berbicara seperti ini : “Mending diam dari pada marah. Karena marah nggak akan nyelesaikan masalah. Dengan diam aja orang bisa tau kalau kita sedang marah”

Kejadian selalu terbawa emosi hingga menyebabkan ekspresi marah biasanya saat dalam mengadakan acara, mengemukakan pendapat, atau mengetahui ada orang yang menggagalkan janji tiba-tiba dan masih banyak lagi.

Jika dipikiran kembali, ketika saat mengadakan suatu acara, dan terjadi insiden yang tidak diinginkan, kita marah-marah dan menganggap itu semua adalah kesalahan sang penanggung jawab tersebut. Hingga menumpahkan amarah, membuang energi dan bisa hingga menyakiti sang yang membuat kesalahan tersebut. Jika dipikir kembali, mungkin bisa saja ada salah komunikasi dan sebagainya. Jengkel memang, sudah capek-capek serta semangat mengatur semuanya, tiba-tiba ada masalah karena masalah kecil. Bikin bete! kesel! hiihhhh -_-

Tapi, tau nggak sih, ketika kita marah, itu malah membuat masalah bertambah. Lebih bagus, saat memiliki waktu berdua dengan si yang menurut kamu salah itu mending evaluasi, ada masalah apa? kok bisa jadi seperti ini? iya nggak? lagian, rugi kalau kita yang marah. Udah buang tenaga, bisa bikin suasana tambah kacau lagi. ckck.

Itulah kenapa lebih baik diam dari pada marah. Saat diam, kita bisa mengontrol emosi kita sejenak, meneruskan kegiatan dan mencoba bersabar. Sedangkan saat marah, kita bisa saja salah mengira, membuat acara bertambah hancur saat marah dan membuat orang lain bingung harus berbuat apa. Harus calm gitu ya, ceritanya :D

Ah hidup, kadang yang susah dijalankan tenyata ketika difikirkan dengan tenang itu mudah, ya. Seperti ketika marah, diam saja. Tapi ujung-ujungnya nangis karena nyesek. Ah hidup..

Saat marah, hati pasti gelisah, ingin mengalah, tetapi dia salah. Komunikasi, terus terang dan jujur. Atau, diam sampai dia sadar kalau dia salah dan berusaha memperbaiki. Saat kita diam, dia sadar, minta maaf, itu so sweet :p

Intinya, saat merasa kelas dan marah, diam itu lebih baik. Karena, diam membuat kita berlatih sabar, menhemat tenaga dan berusaha sabar dan memahami orang lain. Toh, ketika kita paham mereka, mereka pasti memahami kita. Semangat diam dibalik marah!

Karawang, 7 September 2013


TAGS


-

Author

Follow Me