Odong-Odong Adalah Pahlawan Lagu Anak-Anak..

5 Sep 2013

Sore yang cerah ini, Saya menuliskan artikel ini digarasi sambil menemani adik paling kecil bermain bola dan air. Sebelumnya, adik saya yang masih berusia 1thn lebih itu baru bangun dari tidurnya. Karena Bunda sedang ada acara, dan Ayah masih dalam lingkungan kerja, akhirnya saya sebagai anak sulung yang menjaganya. Setelah bangun, adik saya tersebut meminta untuk digendong keluar rumah. Setelah didepan rumah, dia menunjuk suatu media untuk anak-anak yang bernama odong-odong. Odong-odong memiliki ciri khas, penuh dengan lagu-lagu anak dan sepertinya, adik saya yang paling kecil ini sudah hafal ketika mendengar lagu anak-anak tersebut.

Adik saya tersebut menunjuk-nunjuk media yang bernama odong-odong tersebut. Saya turuti dan saya antar. Saya berikan tukang odong-odong itu uang Rp. 2000,- untuk “membeli” suara 5 lagu anak-anak dan goyangan halus maju-mundur untuk menghibur adik saya ini. Selama adik saya menikmati lagu sekaligus goyangan odong-odong tersebut, saya segera teringat. Dulu, saya pernah membaca suaru karangan Meme Comic tentang odong-odong. Kalau nggak salah bunyinya seperti ini :

” Cuma disini (Odong-odong) , kita mendengar lagu anak-anak”

Setelah saya pikir, benar adanya tentang itu. Saya sendiri malu rasanya, hanya 1 lagu yang saya hapal tadi. 4 sisa lagunya baru saya dengar sore ini. Aduhduh, malu rasanya. Tapi, saya juga jadi berpikir kemana-mana. Apa jangan-jangan saya nggak pernah dengar lagu anak-anak karena hanya ada di odong-odong ini? dan saya kembali sadar, anak-anak kecil juga jarang yang hapal lagu anak-anak. Tetangga saya begitu, dan kebanyakan malah hafal lagu-lagu cinta anak boyband atau band ngetop. Pantas saja banyak anak kecil yang udah ngerti galau dan cinta. Kasian deh ya kadang ngeliatnya. Harusnya, masa anak-anak mereka dibumbui cerita-cerita ceria tentang masa kecil yang membahagiakan. Bukan tentang cerita cinta yang sebenarnya nggak pantas mereka bicarakan (kecuali untuk Tuhan, Orang tua dan orang-orang terdekatnya)

Jika seperti itu, tukang odong-odong dan pabriknya menurut saya adalah pahlawannya lagu anak-anak. Jike seperti itu, odong-odong adalah pahlawan mempertahankan lagu anak-anak, dan pahlawan pengingat dan pengenal tentang lagu anak-anak. Terimakasih tukang odong-odong, kalian adalah pahlawannya lagu anak-anak dan pastinya, anak-anaknya juga :)

Sepertinya, hal ini bisa menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah ya. Iya, agar lagu anak-anak terus terdengar disetiap teling anak-anak yang unyu-unyu ini :D dan juga, agar anak-anak lebih mengenal masa kecilnya yang ceria dari pada harus terkenal efek galau akibat lagu dan tontonan orang dewasa yang isinya pacar-pacaran. Yuk, lestarikan odong-odong dan lagu anak-anak :) Merdeka!

Sekian, salam pena!

Karawang, 5 September 2013 - Fathia Asyafiqah


TAGS 30HariNonStopNgeblog


-

Author

Follow Me